
Relawan SPPG di palu saat melakukan aksi. (Foto: Istimewa)
AYO SULTENG – Relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Palu, Sulawesi Tengah, berharap pemerintah tetap melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah berbagai persoalan yang saat ini menjadi perhatian publik, Kamis (16/7/2026).
Para relawan menilai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program tersebut seharusnya menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan perbaikan tata kelola secara menyeluruh, bukan menjadi alasan untuk menghentikan Program MBG.
Sebab, selain memberikan manfaat kepada anak-anak dan kelompok penerima manfaat, keberadaan dapur SPPG juga dinilai telah membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat di daerah.
Salah seorang relawan SPPG di Kota Palu mengatakan, banyak pekerja yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas dapur MBG, khususnya kaum perempuan dan ibu rumah tangga.
Bahkan, sebagian di antaranya merupakan tulang punggung keluarga yang mengandalkan penghasilan dari pekerjaan di SPPG untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami menolak MBG untuk ditutup. Program ini sangat membantu ekonomi keluarga kami. Banyak ibu-ibu yang bekerja di dapur dan penghasilannya digunakan untuk kebutuhan keluarga,” ujar salah seorang relawan.
Menurut para relawan, apabila terdapat persoalan dalam tata kelola maupun pelaksanaan MBG, pemerintah diharapkan melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap pihak maupun SPPG yang bermasalah tanpa menghentikan program secara keseluruhan.
Mereka juga mendorong agar pengawasan terhadap pelaksanaan MBG diperketat sehingga program tersebut dapat berjalan lebih transparan, profesional, dan tepat sasaran.
Kepala SPPG Imbau Relawan Sampaikan Aspirasi Secara Damai
Sementara itu, menyikapi adanya rencana penyampaian aspirasi melalui aksi unjuk rasa terkait keberlanjutan Program MBG, Kepala SPPG mengimbau para relawan untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Ia menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat. Namun, aspirasi tersebut diharapkan disampaikan secara tertib, damai, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami berharap apabila ada penyampaian aspirasi dari para relawan, semuanya tetap menjaga situasi kamtibmas. Sampaikan aspirasi dengan tertib dan damai. Jangan sampai tindakan dalam menyampaikan aspirasi justru memperkeruh permasalahan yang ada,” ujarnya.
Kepala SPPG juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan komunikasi dan dialog dalam menyikapi berbagai persoalan yang berkembang terkait Program MBG.
Menurutnya, komunikasi yang baik antara pemerintah, pengelola SPPG, relawan, serta pihak terkait lainnya diperlukan agar persoalan yang muncul dapat diselesaikan tanpa menimbulkan dampak yang lebih luas di tengah masyarakat.
Para relawan berharap pemerintah dapat mengambil langkah yang bijak dengan tetap melanjutkan Program MBG sembari melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap tata kelola program.
Bagi mereka, keberlanjutan MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi bagi penerima manfaat, tetapi juga menyangkut keberlangsungan pekerjaan dan sumber penghasilan masyarakat yang selama ini terlibat dalam operasional dapur SPPG.